Workshop Penulisan Skenario 2016

Pendaftaran ditutup tanggal 25 April 2016

Showing posts with label tips menulis. Show all posts
Showing posts with label tips menulis. Show all posts

10/04/2015

25 Qouets Penulis Dunia Untuk membangkitkan Motivasi Menulis


Dalam melakukan kegiatan menulis, kita tak jarang mengalami lesu darah. Apalagi kalau sedang sedang menghadapi deadline tiba-tiba ide serasa mentok dan gairah menulis pun menguap. 

Bermacam-macam situasi yang bisa membuat kita kehilangan mood dalam menulis. Hal itu tergantung dari kondisi kita saat itu.  Nah, ada baiknya simak quote dari para penulis dunia ini untuk membangkitkan motivasi menulis kita.

  1. PD. James: Jangan hanya berencana untuk menulis dan menulis. Hanya dengan menulis, kita bisa mengembangkan gaya kita sendiri.
  2. Steven Pressfield: Saat pertama kali sebelum Anda siapkanlah untuk melakukan perlawanan terhadap banyak waktu dan kesempatan. Perlawanan akan menjadi keberanian ditengah keraguan.
  3. Ester Freud: Temukan rutinitas Anda. Cari waktu terbaik hari untuk menulis. Jangan biarkan apa pun mengganggu.
  4. Zadie Smith: Menulis seperti bekerja pada komputer yang terputus dari internet.
  5. Kurt Vonnegut: Cari topik yang Anda sayangi. Ini adalah kepedulian yang tulus. Bukan semata permainan Anda dengan bahasa dan menjadikannya sebagai elemen paling menarik dan menggoda dalam gaya Anda. Saya tidak mendesak Anda untuk menulis sebuah novel. Tetapi, meskipun begitu, Anda tidak akan menyesal jika menulis satu saja, asalkan Anda benar-benar peduli tentang sesuatu.
  6. Maryn McKenna: Jaga pikiran Anda agar terorganisir. Jangan terobsesi dengan model menulis yang tampaknya orang lain memilikinya dan lebih baik. Cobalah menahan diri untuk mencobanya apapun itu, kecuali: didukung oleh orang-orang yang bekerja dan mereka tahu dengan metode seperti Anda sendiri. Kemudian, Anda tahu bahwa Anda dapat menerapkannya dengan cepat dan mudah tanpa banyak penimbunan.
  7. Bill Wasik:  Menulis perlu memiliki garis besar, dan melekat sebagai penyelamat Anda menulis. Garis besar Anda akan mendapatkan Anda melalui periode tertentu, ketika Anda tidak mungkin membayangkan sebelumnya bisa menyelesaikan berbagai tulisan terbaik dan Anda melihatnya sebagai urutan lebih dari 1.000 bagian kata.
  8. Joshua Shenk : Mungkin Anda sulit untuk mengetahui bentuk draf pertama tulisan. Menulis dan menulis ulang sampai tiga kali pada saat pertama kali dan selanjutnya memiliki keberanian untuk menulis buruk.
  9. Water Sarah : Perlakukan menulis sebagai pekerjaan. Graham Greene terkenal menulis 500 kata per hari. Jean Plaidy berhasil menulis 5.000 kata sebelum makan siang, kemudian sorenya menghabiskan waktu menjawab surat dari penggemar. Saya perhari minimal 1.000 kata yang kadang-kadang mudah untuk dicapai.
  10. Jennifer Egan : Bersedia untuk menulis buruk buruk. Ini tidak akan menyakiti Anda untuk melakukan itu. Bagi saya, awal yang buruk hanya sesuatu untuk membangun. Ini bukan masalah besar. Anda harus memberanikan diri Anda untuk melakukan, karena Anda tidak dapat mengharapkan untuk menulis secara teratur dan selalu menulis dengan baik.
  11. Al Kennedy : Jadilah menulis tanpa rasa takut. Ini tidak mungkin, tetapi membiarkan ketakutan kecil dan sebaiknya Anda diamkan saja.
  12. Will Alone : Jangan melihat ke belakang sampai Anda sudah menulis sebuah draft secara keseluruhan. Mulailah menulis setiap hari dari kalimat awal sampai terakhir. Hal ini mencegah perasaan takut dan berarti bahwa Anda memiliki kemampuan untuk bekerja sebelum Anda turun ke karya nyata. Editlah tulisan tersebut.
  13. Haruki Murakami : Bangunkanlah kemampuan Anda untuk berkonsentrasi.  Penulis Raymond Chandler mengaku, bahwa ketika dia tidak menulis apa pun, dia memastikan duduk di mejanya setiap hari dan berkonsentrasi. Saya mengerti maksud dia melakukan hal itu. Ini adalah cara Chandler mengumpulkan stamina fisik seorang penulis professional. Ini semacam latihan harian yang sangat diperlukan.
  14. GeoffDyer : Memiliki lebih dari satu ide membutuhkan waktu. Jika ada pilihan antara menulis buku dan melakukan apa-apa yang lain, saya selalu akan memilih yang terakhir. Saya lakukan ini, jika memiliki ide untuk dua buku yang saya pilih salah satunya.
  15. Augusten Burroughs : Jangan bergaul dengan orang-orang yang negatif yang tidak mendukung tulisan Anda. Bertemanlah dengan penulis sehingga Anda memiliki sebuah komunitas. Mudah-mudahan, komunitas Anda dari teman-teman penulis akan baik. Mereka akan memberikan umpan balik yang baik sekaligus kritik yang membangun.
  16. Neil Gaiman : Ketika orang mengatakan sesuatu yang salah atau tidak bekerja untuk mereka hampir selalu benar. Ketika mereka memberitahu Anda apa yang mereka anggap salah dan bagaimana memperbaikinya, mereka hampir selalu salah.
  17. Margaret Atwood : Anda tidak pernah bisa membaca buku sendiri, dan halaman yang lezat pertama dari sebuah buku baru. Oleh karena itu, mintalah teman atau dua teman untuk membaca sebelum Anda memberikannya ke penerbit. Teman ini tidak boleh ‘sesuatu’ dengan Anda atau memiliki hubungan romantis, kecuali jika Anda ingin putus.
  18. Richard Ford : Cobalah untuk memikirkan keberuntungan orang lain sebagai dorongan untuk diri sendiri.
  19. Helen Dunmore :  Menulislah disuatu hari ketika Anda masih ingin melanjutkannya.
  20. Hilary Mantel : Jika Anda terjebak dengan tersumbat ide menulis, menjauhlah dari meja Anda. Berjalan-jalan, mandi, pergi tidur, membuat kue, menggambar, mendengarkan musik, bermeditasi, berolahraga, atau apa pun yang Anda lakukan. Janganlah cemberut! Tapi jangan membuat panggilan telepon atau pergi ke pesta. Jika Anda melakukannya, Anda harus kehilangan kata-kata. Bersabarlah!
  21. Cory Doctorow : Menulis bahkan ketika dunia ini kacau. Anda tidak perlu rokok, keheningan, musik, kursi yang nyaman, atau kedamaian batin untuk menulis. Anda hanya perlu sepuluh menit dan alat menulis.
  22. Chinua Achebe : Saya percaya diri bahwa penulis yang baik tidak perlu diberitahu apa-apa kecuali untuk terus melakukannya. Setelah Anda benar-benar melakukan semua yang Anda bisa, maka Anda dapat menunjukkannya kepada orang-orang.
  23. Joyce Carol Oates : Saya telah memaksakan diri untuk mulai menulis ketika saya sudah benar-benar habis. Ketika aku merasa jiwaku setipis kartu bermain. Ketika tidak ada yang tampak layak bertahan selama lima menit, dan entah bagaimana kegiatan menulis mengubah segalanya. Atau muncul untuk melakukannya.
  24. Anne Enright :  Cara untuk menulis buku adalah untuk benar-benar menulis sebuah buku. Sebuah pena berguna, mengetik juga baik.Terus menempatkan kata-kata di halaman.
  25. Sehabuddin : (tips tambahan dari saya) Jika Anda tidak menemukan pengakuan lingkungan sosial bahwa Anda manusia, maka menulislah sampai menjadi buku bestseller. Orang akan kaget dengan Anda, dan merekapun tanpa rasa malu akan menyalami Anda dan mengucapkan selamat. Menulislah selagi Anda membutuhkan perasaan jujur, atas tindakan dan harapan diluar sana yang perlu diselamatkan dan diwariskan peradaban.

sumber : http://media.kompasiana.com/buku/2013/02/07/25-tips-jadi-penulis-bestseller-532123.html

04/03/2015

Tips Menulis Dari Salsa Si Penulis Cilik KKPK

Belajar ini bisa dari siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Begitulah yang seharusnya dicamkan seorang penulis, karena dengan belajar itu akan semakin menambah wawasan dan keahlian dalam menulis.

Kali ini ada tips menulis yang sederhana dari seorang penulis Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK), Salsa. Usianya masih sangat belia, namun ia sudah menelorkan empat buah novel.

Nah, bagaimana sih tipsnya? Simak video berikut ini...




Selamat mencoba!

25/02/2015

Persiapkan Diri Sebelum Jadi Penulis (Bag. 2)



Hal-hal lainnya yang perlu dipersiapkan secara dini oleh seseorang yang ingin jadi penulis adalah :

Kuasai Aturan Penulisan Tanda Baca
Banyak penulis pemula yang sangat amburadul dilihat dari sisi penulisan tanda baca dalam kalimat. Di sekolah dasar kita sudah diajarkan bagaimana kaidah-kaidah dalam menulis sebuah kalimat. Bagaimana tanda "koma" itu dipakai dalam kalimat, tanda "titik" itu ditempatkan di mana, tanda "kutip" bagaimana penggunaannya, dan lain sebagainya.

Yang lebih parah lagi adalah penulisan awalan "di, ke, dari" banyak disepelekan oleh penulis pemula. Atau bisa saja karena ketidaktahuan mereka akan hal ini. Penulisan awalan "di" yang seharusnya disambung dengan kata di belakangnya malah dipisah, yang seharusnya dipisah malah disambung.

Hal-hal di atas kelihatannya sepele, namun jika naskah kita sudah masuk ke meja redaksi media ataupun penerbit, bisa-bisa ditolak. Karenanya, seorang penulis harus bisa menguasai kaidah-kaidah penulisan kalimat dan tanda baca.

Banyak Membaca
Membaca adalah bagian dari pengisian bahan bakar bagi otak kita. Tanpa membaca maka otak akan mengalami kebuntuan berpikir. Dengan membaca, otak dan pikiran kita punya segudang khasanah pengalaman dan pemahaman dari berbagai hal.

Membaca dalam hal ini termasuk juga membaca novel, cerpen, film atau buku karya orang lain. Dengan banyak membaca cerita, otak kita mempunyai banyak pengalaman bertutur sebuah cerita, sehingga ketika kita menulis cerita untuk karya kita sendiri, secara otomatis otak kita akan mengarahkan pada alur cerita yang bagus.

Ikuti Kursus Menulis
Menulis adalah keahlian, keahlian datangnya bisa dari bakat dan bisa juga karena diasah. Bagi sebagian orang, menulis pertama kali bisa langsung mengalir dan hasilnya juga enak dibaca. Ini karena ia punya bakat. Namun, ada yang sangat sulit untuk menghasilkan tulisan yang bagus meski barang satu halaman. Nah, kamu yang bertipe seperti yang terakhir disebutkan ini hendaknya rajin mengikuti kursus-kursus ataupun workshop menulis yang pembicaranya penulis senior.

Mengikuti kursus atau workshop menulis tidak hanya untuk menambah wawasan bagaimana teknik menulis yang baik, tapi juga sebagai ajang mencari jaringan. Karena, penulis itu membutuhkan jaringan untuk bisa mengembangkan karya-karyanya.

Buat Jadwal Menulis dan Konsisten
Kelemahan para penulis pemula adala mereka tidak mempunyai jam menulis yang pasti.Bagi mereka, menulis dilakukan tatkala ada ide atau mood. Padahal jadwal menulis itu akan membiasakan kita untuk konsisten pada tujuan yang hendak kita capai. Jadwal menulis dalam sehari itu tidak perlu lama-lama, tiga jam sehari sudah cukup, asalkan konsisten. Janganlah mengulur-ulur waktu ketika hendak menulis. Semua harus terjadwal.

Demikian kiranya bagaimana seorang penulis pemula hendaknya mempersiapkan diri lebih matang sebelum benar-benar memutuskan untuk menjadi seorang penulis profesional.

Semoga artikel ini bermanfaat.


Suka dengan artikel ini? pliis LIKE fanpage Titian Penulis yaa...  :)

Persiapkan Ini Sebelum Memutuskan Jadi Penulis (Bag. 1)



Profesi menjadi seorang penulis sekarang ini boleh dibilang sudah banya dilirik banyak orang. Semakin banyaknya komunitas kepenulisan, dibarengi dengan semakin tumbuh suburnya usaha penerbitan (publishing) baik yang independent maupun berlabel, mengindikasikan peluang di dunia ini sangat prospektif. Sementara dalam dunia skenario, banyaknya stasiun televisi swasta yang membuat program drama juga menjadi daya tarik tersendiri untuk penulis agar bisa berkarya di sana.

Namun, apakah langkah untuk menjadi seorang penulis itu semudah membalikkan daun di tangan? Tentu saja tidak. Banyak liku dan aral yang akan dihadapi seorang penulis pemula sebelum menjadi penulis dengan banyak karya dan dikenal luas.

Untuk itu, sebelum memutuskan menjadi seorang penulis, hendaknya kawan-kawan mempersiapkan hal-hal berikut ini :

Mental. 
Mental adalah modal paling utama untuk menekuni bidang kepenulisan. Jangan berharap jadi seorang penulis jika mental kita masih sekelas tempe. Butuh mental sekuat baja agar cit-cita menjadi seorang penulis bisa terwujud. karena begini, awal mula menjadi seorang penulis itu saya ibaratkan seperti tukang batu yang memecahkan batu-batu kali. Semakin keras palu dipukul, semakin besar kemungkinan batu itu pecah. Namun jangan harap hanya dengan sekali pukul batu bisa pecah.

Seorang penulis pemula, kebanyakan, akan merasa sangat sulit untuk mulai menuliskan kalimat di awal-awal, ada juga yang kesulitan mengembangkan cerita, sehingga tulisan yang telah dibuatnya tak ada alur ceritanya, hanya lompatan-lompatan kejadian dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Apabila mengalami hal seperti ini, hendaklah bersabar dan jangan putus asa. Teruslah berlatih menulis, karena menulis itu hanyalah masalah kebiasaan.

Persoalan mental bagi penulis pemula tidak hanya berhenti sampai di situ. Ketika seorang penulis pemula mengajuan karyanya ke penerbit, atau PH (production house), tidak serta-merta menjamin akan langsung lolos. Karena dengan berbagai pertimbangan, biasanya penerbit, atau PH, akan menolak naskah yang ia ajukan. Pertimbangan-pertimbanagn tersebut antara lain adalah, nama penulis yang belum dikenal, dan apalagi yang baru muncul, kualitas tulisannya.

Karenanya, seorang penulis pemula harus bermental kuat terhadap segala macam penolakan. Tidak kemudian melempem seperti kerupuk yang tersiram air.

Ketahui Karakteristik Media
Media, atau penerbit, atau PH, mempunyai karakteristik masing-masing. Majalah Femina misalnya, berbeda karakteristiknya dengan majalah Hai. Penerbit Republika akan berbeda karakteristiknya dengan penerbit Gramedia misalnya. Nah, hal-hal yang seperti itu sudah seharusnya dipahami oleh seorang penulis pemula sehingga naskah yang ia kirim tidak salah sasaran.



Suka dengan artikel ini? pliis LIKE fanpage Titian Penulis ya...  :)

21/02/2015

Lima Tips Menulis Sinopsis Yang Bisa Di-Acc


Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya mengenai proses mengajukan naskah hingga lolos. Kalau dalam tulisan tersebut saya menjelaskan bagaimana prosesnya, sekarang saya ingin berbagi kepada kawan-kawan bagaimana tipsnya agar ide cerita yang kita kirim itu lolos alias di-acc.

Seperti saya paparkan sebelumnya, proses menulis skenario di televisi itu diawali dari mengajukan ide cerita atau sinopsis. Sinopsis merupakan gambaran awal bagaimana sebuah cerita akan ditulis, dan ia ibarat umpan yang kita lempar ke kolam. Kalau sinopsis itu bagus, maka ikan pun kan didapat. Begitu kira-kira. Nah, seperti apa sih tipsnya agar sinopsis itu bisa lolos?
  1. Yang paling urgent dan sering disepelekan adalah jumlah halaman. Jumlah halaman sinopsis yang umum dipakai adalah 2 lembar. Jika melebihi itu, bisa langsung masuk ke tong sampah. Ada tipikal script editor-sebutan untuk yang ngedit naskah dari sinopsis sampai skenario-yang begitu melihat jumlah halaman sebuah sinopsis melebihi dua halaman akan langsung ia singkirkan.
  2. Singkat, padat dan jelas. Penulisan sinopsis yang hanya dua halaman harus bisa menggambarkan secara rinci bagaimana sebuah cerita akan ditulis. Dalam hal ini, bahasa sinopsis tidak boleh bertele-tele. Harus singkat, padat, dan jelas. Hal inilah yang seringkali bagi penulis pemula merasa sangat kesulitan. Karena biasanya mereka dalam menggambarkan cerita mutar-mutar tak karuan.
  3. Tema yang unik. Sebuah sinopsis yang di-acc pihak script editor, baik PH maupun stasiun televisi, adalah yang memuat ide cerita yang unik . Misal, kisah tentang seorang tukang parkir perempuan yang ditaksir sama laki-laki anak gedongan. Akan lebih bagus lagi kalau ide ceritanya itu masih orisinil, belum pernah ada sebelumnya.
  4. Konflik padat dan dramatis. Sinopsis yang muatan konfliknya biasa saja atau datar kalau diwujudkan dalam bentuk visual akan sangat membosankan penonton, karena itu akan ditolak. Buatlah alur cerita dengan muatan konflik yang berisi, sehingga akan terbayang bagaimana serunya jika diwujudkan dalam sebuah tayangan.
  5. Ikuti atau tonton terus stasiun televisi yang akan dituju. Setiap stasiun televisi mempunyai ciri khas berbeda-beda satu sama lain, karenanya kita harus membuat sinopsis yang sesuai dengan ciri khas mereka. Dengan mengikuti terus tayangan FTV di sebuah stasiun televisi, kita akan tahu cerita bagaimana yang disukai stasiun televisi tersebut.
Demikian tips yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat. Saya membuka diri untuk kawan-kawan yang ingin bertanya-tanya tentang hal ini.

Selamat mencoba!

Suka dengan tulisan ini? pliiis LIKE fanpage Titian Penulis yaaa...

Tujuh Tips Menulis Cerpen Bagi Pemula


Menulis, menulis apapun, bagi pemula terasa sangat sulit. Kesulitan yang pertama kali dihadapi adalah ketika menentukan paragraph pertama. Banyak pemula yang selalu mengeluh kenapa kalau sedang santai banyak ide berseliweran tapi saat sudah di depan laptop semuanya seakan ngacir, tak ada yang membekas di ingatan. Ada pula yang sudah di tengah-tengah menulis tidak tahu lagi apa yang akan ditulis.

Nah, tips berikut mungkin bisa membantu kawan-kawan yang mengalami hal-hal di atas.

1. Ambil secarik kertas, atau buku, dan alat tulis untuk corat-coret. Banyak pemula yang ingin langsung menulis di laptop, atau komputer, dan ternyata mengalami kendala di atas. Karenanya, dari sekarang, mulailah membuat corat-coret ide terlebih dahulu.
2. Cari ide ceritanya. Ide isa berasal dari mana saja. Di sekeliling keberadaan kita banyak ide yang bisa kita tangkap.Kalau sudah ada di kepala, lalu tuliskan garus besar ide kalian di kertas. Misalkan, seorang waria yang mengamen di lingkungan perumahan warga.
3. Jelajahi apa yang unik dan bisa dikembangkan dari ide kita tersebut. Misalkan, waria tadi ternyata lelaki tulen, dan dia punya dua orang anak yang masih kecil-kecil sehingga harus mengamen demi menghidupi dan membiayai sekolah kedua anaknya.
4. Sekarang susun kerangka karangan, mulai dari opening sampai ending. Dari ide seorang waria tadi kita susun menjadi sebuah kerangka karangan. Misal, di opening kita menggambarkan kebiasaan dia mengamen dan bagaimana reaksi warga terhadapnya. Kemudian kita urai motif dia mengamen itu apa. Selanjutnya ceritakan kisah kehidupan dia bersama kedua anaknya, suka dukanya mengasuh dua orang anak kecil tanpa istrinya. Biar lebih dramatis, kita buat istrinya pergi meninggalkannya karena tidak tahan dengan kemiskinan yang menderanya selama ini. Endingnya kita lukiskan bagaimana si waria itu bisa bertahan dalam menghadapi semua cobaan.
5. Setelah menyusun kerangka karangan, saatnya kita kembangkan menjadi sebuah cerita pendek yang utuh.
6. Tulis dan tulislah semua ide yang berkeliaran di kepala kita terhadap permasalahan atau cerita yang sedang kita garap sampai selesai.
7. Lakukan editing terhadap cerita yang telah kita selesaikan tadi. Ingat, jangan melakukan editing pada tahap ke 6, karena hanya akan membuat cerita melebar kemana-mana. Lebih baik lagi kalau proses editing ini kita lakukan setelah kita mengendapkan cerita yang telah kita tulis itu barang sehari. Hal ini untuk me-refresh otak kita, sehingga ide-ide yang muncul akan lebih segar lagi.

Nah, begitulah kira-kira langkah-langkah menulis cerpen bagi pemula. Semoga bermanfaat.

Selamat mencoba!


Suka dengan informasi ini? Pliis like fanpage komunitas Titian Penulis yaa... :)

20/02/2015

Tips Menulis Ala Tere Liye

Woow, ternyata Tere Liye itu dulunya seorang akuntan. Kok bisa ya dia menjadi penulis novel yang produktif dan best seller. Yuuk simak tips-tips Tere Liye di video berikut ini.






Suka dengan tulisan ini? Pliis like fanpage komunitas Titian Penulis yaa... :)



Tips Menulis Novel Agar Bisa Difilmkan

Sungguh menjadi impian bagi banyak penulis apabila karya-karyanya bisa difilmkan. Nah, gimana sih caranya? Yuuk simak tips yang dibagikan Andrea Hirata di video ini.





Suka dengan informasi ini? Pliis like fanpage komunitas Titian Penulis yaa... :)